Posted by: Sinaga | 25 August, 2016

My Boss & Colleague

Many knowledge I got from my Boss, associated with the jetty construction. He is a Dutch guy which is have many experiences in International marine construction.My Boss

Posted by: Sinaga | 13 April, 2016

Steel Pipe Sheet Pile – Work Method

Dear practical constructions, Civil engineers, Civil students or even just blog reader.

Here is below, I will explain briefly work method of Steel pipe sheet pile driving, based on my experienced in previous project. I know specially for Civil student that have no experience in construction will have a benefit by reading the work method below.

I will explain the work method by sketches, instead of by many words, as we know that one sketch can explain dozen of words. The key is how we can gain the information and knowing sequences of work of steel pipe sheet pile driving. as shown on the sketches, we also know that is needed pile guide as temporary works, etc. Please see in figures below the work method sketches.

Note: (Step A is bottom part, Step B is the top part by on site splicing), bear in mind that is needed  one pile as a master pile; means bottom part and top part should be finished before next pile to be continued, as shown on figure Step-A1 and Step-A2.

You also should know that there are three common types joints of steel pipe piles (L-T type, P-P type and P-T type) as shown on figure below:

SPSP Juctions Type

SPSP Joint Types.

SPSP-work wethod (1)
SPSP-work wethod (1)
SPSP-work wethod (1)
SPSP-work wethod (1)
SPSP-work wethod (1)
SPSP-work wethod (1)
SPSP-work wethod (1)
SPSP-work wethod (1)
SPSP-work wethod (1)
SPSP-work wethod (1)
SPSP-work wethod (1)
SPSP-work wethod (1)
SPSP-work wethod (1)
SPSP-work wethod (1)
SPSP-work wethod (1)
SPSP-work wethod (1)

Proyek-Proyek pelabuhan di indonesia sudah semakin berkembang, terbukti dengan banyaknya proyek pelabuhan yang sedang berjalan belakangan ini. Alat alat utama untuk proyek pelabuhan bahkan didatangkan dari luar negeri untuk mengerjakan proyek-proyek pelabuhan di indonesia.

Kebanyakan alat pancang (piling barge) yang ada di indonesia adalah masih floating yang bekerja dengan berpegang pada jangkar. namun hal ini hanya baik pada kondisi laut yang tenang. ketika ada ombak yang besar, alat ini tidak dapat bekerja dengan baik.

untuk mengatasi situasi seperti  ini tentunya ada alat yang sangat baik dalam kondisi ini, salah satunya adalah Jack Up Barge (JUB) seperti pada gambar dibawah ini. alat ini sangat baik digunakan di area laut terbuka dengan ombak yang besar yang terjadi hampir setiap waktu. Ombak seperti ini kecenderungan terjadi di laut terbuka dalam arti kata belum tersedianya breakwater atau pemecah gelombang di areal tersebut.

Bagi anda yang belum pernah mengetahui seperti apa itu jack up barge, berikut ini adalah beberapa photo jack up barge yang pernah kami pakai untuk salah satu proyek pelabuhan di Indonesia.3 4 5 1 2

Posted by: Sinaga | 26 March, 2014

PROGRAM ANALISIS DINDING PENAHAN TANAH

TAMPILAN HALAMAN UTAMA

HALAMAN UTAMA

 

TAMPILAN HALAMAN ANALISIS

HALAMAN ANALISIS

Software analisis dinding penahan tanah adalah alat untuk membatu mempercepat dalam desain dal evaluasi struktur dinding penahan tanah. ini adalah salah satu software local buatan sendiri untuk menganalisa stabilitas dinding penahan tanah. Software ini sangat terbatas dan hanya untuk memberikan gambaran untuk beberapa type section dinding penahan tanah. semoga bermanfaat. Download program analisis dinding penahan tanah PRODIPTA 2006

Posted by: Sinaga | 7 March, 2014

How Big My Concrete??

Here is one type of concrete element fabricated in my current project 2014.5

Precast Concrete Element Precast Concrete Element Precast Concrete Element

Posted by: Sinaga | 11 November, 2013

JENIS JENIS FENDER

Jenis-jenis fender ada banyak, diantaranya:
A. Ditinjau dari merk:

  1. Sumitomo
  2. Shibata
  3. Bridgestone
  4. Fentek
  5. Dll.

B. Ditinjau dari segi type:

  1. Pi-Type
  2. Beta-Type
  3. Lamda-Type
  4. V-type
  5. Beta-F & Lambda-F
  6. Fender Special for Corner
  7. Hollow cylindrical & D-Type
  8. Pneumatic Fender
  9. Cell
  10. Dll.

C. Dari masing- type memiliki ukuran berdasarkan dimensi dan kemampuan fender untuk menyerap Energi benturan kapal.

D. Energi benturan kapal bergantung pada dimensi dan bobotkapal, kecepatan kapal saat bersandar, dan sudut kapal saat sandar terhadap dermaga.

E. Cara menghitung Energi benturan kapal tersebut,…pasti anda yang berkecimpung dalam dunia teknik sipil, khususnya yang pernah mengikuti kuliah pelabuhan,..pasti sudah tau. kalau tidak tau,..!! tolong dicaritau lewat buku2 pelabuhan…!!

==============================================================================

Posted by: Sinaga | 22 November, 2012

DRIVING STEEL PIPE SHEET PILE

BERIKUT ADALAH METODE PEMANCANGAN STEEL PIPE SHEET PILE:
METHOD OF WORKS DRIVING STEEL PIPE SHEET PILE (MY PROJECT 2012)

Posted by: Sinaga | 18 August, 2012

Tetrapod

Berikut adalah Bentuk desain Bekisting untuk Pengecoran Tetrapod.

Posted by: Sinaga | 10 June, 2012

Marine Project..

Pemancangan Tiang Pancang Steel Pipe Pile D-1000 mm, Untuk Pelabuhan Kapal Tanker 200.000 DWT, di Kalimantan (Project 2009)

Pemancangan Steel Pipe Pile

Posted by: Sinaga | 3 May, 2012

Urutan Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi Pelabuhan

Construction method / sequence of work
Ini adalah salah satu cara urutan Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi dermaga mulai dari pemancangan tiang pancang, pemasangan bracket, pemasangan base form, pemasangan tulangan, pemasangan side form, pengecoran balok, pemasangan precast slab, pemasangan tulangan slab, pengecoral plat/slab. AGAR SUPAYA FILE DLM BENTUK PRESENTASI INI TIDAK BERANTAKAN, maka pile tersebut diproteksi, sehingga urutan dari metode konstruksi tersebut tetap beraturan. namun demikian tetap saja dapat di buka tuk dipelajari dan di presentasikan dengan status (READ ONLY). Mohon maaf untuk ketidaknyamanan ini agar file tersebut tidak berantakan.Download Construction method / sequence of work / urutan pelaksanaan pekerjaan konstruksi dermaga

Posted by: Sinaga | 3 May, 2012

Hak Anda Sebagai Karyawan.

Peraturan tentang Jamsostek
(PP No. 14 Tahun 1993)

Peraturan tentang Jamsostek pada prinsipnya telah diatur dalam Undang-Undang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), yaitu Undang-Undang No. 3 tahun 1992. Untuk menjalankan undang-undang ini, Pemerintah telah membuat Peraturan Pemerintah tentang Penyelenggaraan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Peraturan Pemerintah No. 14 Tahun 1993).

Dari 52 pasal Peraturan tentang Jamsostek ini, ada 12 pasal paling penting yang perlu diketahui pekerja maupun pemberi kerja (perusahaan), yaitu:

  1. Pasal 2
  2. Pasal 4
  3. Pasal 9
  4. Pasal 12
  5. Pasal 18
  6. Pasal 20
  7. Pasal 22
  8. Pasal 23
  9. Pasal 24
  10. Pasal 32
  11. Pasal 33
  12. Pasal 47

Secara rinci, berikut adalah isi dari pasal-pasal terpenting tersebut. Pasal 2 ayat 1, “Program jaminan sosial tenaga kerja sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Pemerintah ini, terdiri dari:

A. Jaminan berupa uang yang meliputi:

  1. Jaminan Kecelakaan Kerja;
  2. Jaminan Kematian;
  3. Jaminan Hari Tua.

B. Jaminan berupa pelayanan, yaitu Jaminan Pemeliharaan Kesehatan.”

Pasal 2 ayat 3, “Pengusaha yang mempekerjakan tenaga kerja sebanyak 10 (sepuluh) orang atau lebih, atau membayar upah paling sedikit Rp.1.000.000,(satu juta rupiah) sebulan, wajib mengikutsertakan tenaga kerjanya dalam program jaminan sosial tenaga kerja sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).”

Pasal 4, “Dalam hal perusahaan belum ikut serta dalam program jaminan sosial tenaga kerja pengusaha wajib memberikan jaminan Keselamatan Kerja kepada tenaga kerjanya sesuai dengan Peraturan Pemerintah ini.”

Pasal 7, “Kepesertaan perusahaan dan tenaga kerja dalam program jaminan sosial tenaga kerja berlaku sejak pendaftaran dan pembayaran luran pertama dilakukan oleh pengusaha.”

Peraturan tentang Jamsostek : Besar Iuran

Pasal 9 ayat 1, “Besarnya iuran program sosial tenaga kerja adalah sebagai berikut:

a. Jaminan Kecelakaan Kerja yang perincian besarnya iuran berdasarkan kelompok jenis usaha sebagaimana tercantum dalam Lampiran 1, sebagai berikut:

  • Kelompok I: 0,24% dari upah sebulan;
  • Kelompok II: 0,54°% dari upah sebulan;
  • Kelompok III: 0,89% dari upah sebulan;
  • Kelompok IV: 1,27% dari upah sebulan;
  • Kelompok V: 1,74% dari upah sebulan;

b. Jaminan Hari Tua, sebesar 5,70% dari upah sebulan;

c. Jaminan Kematian, sebesar 0,30% dari upah sebulan;

d. Jaminan Pemeliharaan Kesehatan, sebesar 6% dari upah sebulan bagi tenaga kerja yang sudah berkeluarga, dan 3% dari upah sebulan bagi tenaga kerja yang belum berkeluarga.”

Pasal 9 ayat 2, “Iuran Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian dan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan ditanggung sepenuhnya oleh pengusaha.”

Pasal 9 ayat 3, “Iuran jaminan Hari Tua sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf b, sebesar 3,70% ditanggung oleh pengusaha dan sebesar 2% ditanggung oleh tenaga kerja.”

Pasal 9 ayat 4, “Dasar perhitungan iuran jaminan Pemeliharaan kesehatan dari upah sebulan sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 (satu) huruf d, setinggitingginya Rp.1.000.000,- (satu juta rupiah).”

Peraturan tentang Jamsostek: Hak Pekerja

Pasal 12 ayat 1, “Tenaga kerja yang tertimpa kecelakaan berhak atas jaminan Kecelakaan Kerja berupa penggantian biaya yang meliputi:

a. Biaya pengangkutan tenaga kerja yang mengalami kecelakaan kerja ke Rumah Sakit dan atau ke rumahnya, termasuk biaya pertolongan pertama pada kecelakaan;

b. Biaya pemeriksaan, pengobatan, dan atau perawatan selama di Rumah Sakit, termasuk rawat jalan;

c. Biaya rehabilitasi berupa alat bantu (orthese) dan atau alat ganti (prothese) bagi tenaga kerja yang anggota badannya hilang atau tidak berfungsi akibat kecelakaan kerja.

Pasal 12 ayat 2, “Selain penggantian biaya sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), kepada tenaga kerja yang tertimpa kecelakaan kerja diberikan juga santunan berupa uang yang meliputi:

a. Santunan sementara tidak mampu bekerja;

b. Santunan cacad sebagian untuk selama-lamanya;

c. Santunan cacad total untuk selama-lamanya baik fisik maupun mental; dan atau

d. Santunan kematian.”

Pasal 12 ayat 3, “Besarnya jaminan kecelakaan kerja adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran II Peraturan Pemerintah ini.”

Pasal 18 ayat 1, ” Pengusaha wajib memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan bagi tenaga kerja yang tertimpa kecelakaan.”

Pasal 20 ayat 1, ” Selama tenaga kerja yang tertimpa kecelakaan kerja masih belum mampu bekerja, pengusaha tetap membayar upah tenaga kerja yang bersangkutan, sampai penetapan akibat kecelakaan kerja yang dialami diterima semua pihak atau dilakukan oleh Menteri.

Pasal 22 ayat 1, ” Jaminan Kematian dibayar sekaligus kepada Janda atau Duda, atau Anak, dan meliputi:a. Santunan kematian sebesar Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah); danb. Biaya pemakaman sebesar Rp. 200.000,- (dua ratus ribu rupiah).”

Peraturan tentang Jamsostek : Pembayaran

Pasal 23 ayat 1, ” Pihak yang berhak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 mengajukan pembayaran Jaminan Kematian kepada Badan Penyelenggara dengan disertai bukti-bukti:
a. Kartu peserta;
b. Surat keterangan kematian

Pasal 24 ayat 1, ” Besarnya Jaminan Hari Tua adalah keseluruhan iuran yang telah disetor, beserta hasil pengembangannya.

Pasal 24 ayat 2, “Jaminan Hari Tua dibayar kepada tenaga kerja yang telah mencapai usia 55 (lima puluh lima) tahun atau cacad total untuk selama-lamanya, dan dapat dilakukan:

a.Secara sekaligus apabila jumlah seluruh jaminan Hari Tua yang harus dibayar kurang dari Rp. 3.000.000,- (tiga juta rupiah).

b. Secara berkala apabila seluruh jumlah jaminan, Hari Tua mencapai Rp. 3.000.000,- (tiga juta rupiah) atau lebih, dan dilakukan paling lama 5 (lima) tahun.”

Pasal 32 ayat 1, “Dalam hal tenaga kerja berhenti bekerja dari perusahaan sebelum mencapai usia 55 (lima puluh lima) tahun dan mempunyai masa kepesertaan serendah-rendahnya 5 (lima) tahun dapat menerima Jaminan Hari Tua secara sekaligus.”

Pasal 32 ayat 2, “Pembayaran Jaminan Hari Tua sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dibayarkan setelah melewati masa tunggu 6 (enam) bulan terhitung sejak saat tenaga kerja yang bersangkutan berhenti bekerja.”

Peraturan tentang Jamsostek: Kesehatan

Pasal 33 ayat 1, “Jaminan Pemeliharaan Kesehatan diberikan kepada tenaga kerja atau suami atau isteri yang sah dan anak sebanyak-banyaknya 3 (tiga) orang dari tenaga kerja.”

Pasal 47, “Tanpa mengurangi ketentuan pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 Undang-undang Nomor 3 Tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja, maka:a. Pengusaha yang tidak memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasa1 2 ayat (3), Pasal 4, Pasal 5 ayat (1), Pasal 6 ayat (2), Pasal 8 ayat (2), Pasal 18 ayat (1), ayat (2), dan ayat (3), dan Pasal 19 serta Pasal 20 ayat (1), dan telah diberikan peringatan tetapi tetap tidak melaksanakan kewajibannya dikenakan sanksi administrasi berupa pencabutan ijin usaha.”

Posted by: Sinaga | 25 March, 2012

Pelatihan / Kursus (Private) Civil Engineering Program

SITE-INSFECTION

Lambutan Sinaga, Site inspectioan for Design and Improvement of Port at Tanjung Priok Port

Bagi Anda yg yg Berkecimpung dalam dunia Teknik Sipil / Civil Engineering baik mahasiswa atau praktisi, yg berdomisili di Jakarta yg ingin untuk belajar (Private) Software Teknik Sipil:

(Structure Analysis Program)
– ETABS (Desain Struktur Bangunan Gedung)
– SAP 2000 (General Structure Analysis Program)
– SAFE (Slab Structure Analysis Program)

Etabs sangat relevan untuk desain struktur Bagunan Gedung bertingkat/High Rise Building dengan memperhitungkan Beban Berat sendiri Struktur, Beban Hidup, Beban Angin, dan Beban Gempa. Beban Gempa akan dipelajari dalam 2 analisis yaitu dengan Beban Respon spektrum function dan dengan Time Hystori function. Dengan demikian, analisis Gempa dan Angin dapat secara otomatis di hitung dengan memodifikasi nilai-nilai koefisien faktor dari Peraturan ACI dan IBC sehingga sesuai dengan Peraturan SNI yang berlaku di Indonesia.

Sap2000 sangat relevan untuk desain struktur Secara umum, termasuk Bagunan Gedung bertingkat/High Rise Building dengan memperhitungkan Beban Berat sendiri Struktur, Beban Hidup, Beban Angin, dan Beban Gempa. Beban Gempa akan dipelajari dalam 2 analisis yaitu dengan Beban Respon spektrum function dan dengan Time Hystori function. Dengan demikian, analisis Gempa dan Angin dapat secara otomatis di hitung dengan memodifikasi nilai-nilai koefisien faktor dari Peraturan ACI dan IBC sehingga sesuai dengan Peraturan SNI yang berlaku di Indonesia.
SAP 2000, juga mampu untuk mendesain struktur dengan beban bergerak/Moving Load, yang ditimbulkan oleh Truk-kedaraan, Equipment Crane dll.

SAFE sangat relevan untuk desain struktur Slab dan aplikasi lainnya seperti Desain Fondasi MAT, Fondasi Telapak/Fondasi setempat dll.

Dalam Pelatihan, Langsung dengan Aplikasinya mendesain gedung 10 Lantai dan desain Gedung 40 Lantai  dengan analisis gempa dengan dua metode, yaitu dengan analisis Respon spektrum dan Time Hystory.

Pelajaran 01 : Modeling & Analysis
Pelajaran 02 : Melihat dan mengevaluasi hasil analysis
Pelajaran 03 : Concrete Design
Pelajaran 04 : Steel Design
Pelajaran 05 : Composite Beam Design
Pelajaran 06 : P-Δ Analysis
Pelajaran 07 : Dynamic Analysis
Pelajaran 08 : Sequential Construction
Pelajaran 09 : Meshing
PElajaran 10 : Catatan-catatan penting yang harus di perhatikan dalam analysis.

Pembuatan Jadwal Kerja / Time Schedule
– Microsoft Project 2007 (Schedule)

Geotechnical Analysis
– Plaxis 8.0 (Educational Version)

Menggambar Desain Gedung tiga dimensi dengan mudah
– SketchUp (Drawing 3D)

Dapat Menghubungi saya;
E-Mail : elsinaga@yahoo.com

waktu private: sabtu – minggu
Biaya private: Rp. 1.500.000,-/per paket 3-4 kali pertemuan

Posted by: Sinaga | 14 December, 2011

Metode Pekerjaan Pemasangan Bekisting dengan Bracket

Bracket adalah suatu istilah yang sering digunakan dalam pekerjaan bekisting pada proyek pelabuhan. ini adalah salah satu gambar sket pemasangan bracket untuk pekerjaan bekisting pada project pengembangan suatu pelabuhan ikan di muara baru jakarta utara, pengembangan dimaksud adalah meninggikan elevasi dermaga, karena pada saat ini, ketika air pasang, dermaga tersebut hampir tenggelam, yang mungkin disebabkan oleh penurunan tanah disekitar pelabuhan.

Posted by: Sinaga | 25 September, 2011

Pemancangan Pile L = 55~60 meter, at my Project

Pemancangan Steel Pipe Pile D 812,7 mm, L = 55~60.0 m.

Posted by: Sinaga | 14 April, 2011

Loading Test Tiang Pancang

Dalam merencanakan tiang pancang, tentunya ada 2 analisis yang berkesinambungan, yaitu Analisis struktur untuk memperoleh beban yang akan bekerja pada tiang pancang, dan analisis daya dukung tanah. Namun demikian perlu dilakukan uji beban terhadap tiang yang telah di desain untuk mengetahui daya dukung tiang yang sesungguhnya. Daya dukung tiang juga dapat di ketahui dengan PDA Test saat pemancangan berlangsung, atau dengan cara analisis dengan Hilley formula beerdasarkan data kalendering atau dengan uji beban. Berikut ini prosedur pelaksanaan satic loading test berdasarkan ASTM D1143. Download prosedur pelaksanaan uji beban (static Loading Test) berdasarkan ASTM-D1143

Posted by: Sinaga | 23 March, 2011

Bagaimana Pemasangan Bekisting Dermaga

Temporary Work.. (design by L. Sinaga, S.T)

Mungkin sebagian orang bertanya bagaimana memasang perancah untuk bekisting pada pengecoran Pile cap, beam, slab pada pekerjaan dermaga, sementara kita tidak bisa memasang perancah scaffolding sebagaimana pada bangunan gedung. nah disini anda dapat melihat bahwa untuk pemasangan bekisting, biasanya menggunakan steel jacket atau bracket yang di padang pada tiang pancang.

Posted by: Sinaga | 12 February, 2011

Formwork untuk Pilecap Sheet Pile

ini adalah salah satu bentuk design formwork/acuan/bekisting Pilecap sheet pile. Read More…

Posted by: Sinaga | 3 February, 2011

Ukuran/dimensi Standart Container/peti kemas

Pada umumnya container sudah memiliki ukuran standart internasional, salah satunya “Container 20 ft” seperti terlihat pada gambar berikut. artinya panjang dari container tersebut adalah 20 ft. untuk ukuran lebar dan tingginya biasanya hampir sama, perbedaannya hanya pada panjang container tersebut. secara umum yang banyak kita temukan asalah container dengan ukuran 20 ft dan 40 ft.

Berikut adalah beberapa ukuran standart dari container: Download Dimesion of Container

Posted by: Sinaga | 14 October, 2010

Question & Aswere,..

Buat smua Mahasiswa dan para praktisi yg mengajukan ratusan pertanyaan, blm bisa saya jawab, berhubung karena kesibukan yang begitu padat saat ini.

Terimakasih.

Posted by: Sinaga | 5 May, 2010

DESAIN FENDER..

FENDER

FENDER

Cara Design Fender. Beberapa pengunjung blog ini sering bertanya bagaimana cara mendesain/cara desain/cara design fender. ini adalah merupakan contoh cara desain fender dalam suatu pelabuhan. perlu anda ketahui ada beberapa faktor dalam desain fender tersebut. data ini dapat anda download berikut.Download Cara analisis desain fender

Posted by: Sinaga | 26 March, 2010

Engineering Analysis with ANSYS Software

Beberapa Teman mencari buku manual ANSYS secara lengkap. Disini anda bisa unduh buku manual ANSYS tersebut.Download ANSYS Manual-1, Download ANSYS Manual-2, Download ANSYS Manual-3, Download ANSYS Manual-4, Download ANSYS Manual-5.

Posted by: Sinaga | 1 March, 2010

Pemancangan di Laut Steel Pipe Pile

Design and Construction..

Posted by: Sinaga | 18 February, 2010

Perlu kehati-hatian akan output SAP 2000 v.11

Perlu kehati-hatian akan output SAP 2000 v.11 (SAP2000 v.11 itu tidak salah, tetapi kita harus pahami perinsipnya dan perjanjian tanda akan nilai output nya).

Ada org bertanya kepada saya, kenapa Analisis balok sederhana dengan beban merata sepanjang balok, menggunakan SAP 2000 v.11, menghasilkan momen negatif. disini saya memberitahukan kepada anda yang belum mengetahuinya, bahwa nilai yang dihasilkan dari analisis SAP 2000 v.11 sama dengan hitungan manual, tetapi dalam SAP 2000 v.11 nilai tersebut bertanda negatif, oleh sebab itu kita harus lebih teliti dalam setiap analisis yang kita lakukan, memang saya juga mengakuinya bahwa ada kekeliruan itu. sebenarnya SAP 2000 v.11 itu tidak salah, hanya saja, perinsipnya kita harus pahami dan perlu kehati-hatian. dan anda jangan langsung merubah perinsip tersebut secara menyeluruh, karna dilain pihak, perinsip yang selama ini kita tau, masih tetap sama dengan perinsip yang dipakai SAP 2000 v.11 dalam hal Trus (Rangka batang), bahwa disana batang tekan bertanda negatif dan batang tarik ber tanda positif. saya terus mengikuti perkembangan SAP 2000 mulai dari v.7, hingga saat ini yang terbaru adalah SAP 2000 v.14. diantara kesemuanya itu yang terbaik adalah v.14 dan v.9. dan diantara keduanya yang terbaik adalah v.14.

Posted by: Sinaga | 8 June, 2009

CONTOH FORM WORK / BEKISTING MENGGANTUNG

Form Work

Contoh Form work untuk Mooring Dolphin. di desain oleh Lambutan Sinaga, S.T

Ini adalah salah satu contoh bentuk form work/bekisting/cetakan/acuan yang sistem pemasangannya menggantung, utuk konstruksi mooring dolphin di laut. yang biasanya sangat berbeda pada konstruksi di darat yg biasa menggunakan perancah.
Form Work Tampak Bawah,

Form Tampak Bawah,

Posted by: Sinaga | 22 September, 2008

Daftar Istilah Dalam Teknik Sipil

Daftar Istilah dan Pengertian yang sering kita temui dalam teknik Sipil Berdasarkan Kepres 80 Tahun 2003 Download-pengertian-istilah-dalam-keppres

Posted by: Sinaga | 26 May, 2008

Desain Pondasi Tiang Pancang Concrete Spun Pile

Bagi anda yang ingin mengetahui bagaimana cara mendesain tiang pancang, disini saya berikan salah satu contoh yang dapat membantu anda dalam desain fondasi tiang pancang. semoga dapat bermanfaat.Download desain fondasi tiang pancang

Posted by: Sinaga | 23 May, 2008

Mengolah Data output SAP2000 dengan Excel

Bekerja dengan Sap2000 berarti akan menghasilkan output data yang banyak sesuai dengan jumlah joint, frame dan area shell. Dari sekian banyak data yang kita peroleh, biasanya kita hanya memilih beberapa data saja untuk mewakili data yang lainnya, misalnya: jika kita mendesain sebuah pelabuhan yang terdiri dari beberapa titik tiang pancang, dimana selain beban mati dan beban hidup, ada juga beban bergerak seperti truck kontainer yang berjalan diatas dermaga tersebut. nah dengan demikian, secara otomatis masing masing tiang pancang tidak akan mendukung beban yang sama. beban terbesar mungkin saja berada pada tiang pancang yang paling dekat dengan roda belakang truck tersebut pada saat sedang membawa petikemas. ketika truk kontainer tersebut berjalan, maka beban maksimum yang bekerja pada tiang pancang akan berpindah ke posisi dimana truk tersebut berada. nah dengan SAP2000 anda mungkin telah mahir mengaplikasikan beban truk (Moving Load). namun persoalannya dengan berbagai jenis kombinasi pembebanan dan berbagai jenis lajur dari beban bergerak tersebut serta dengan sejumlah titik dari tiang pancang yang akan kita design, maka kita perlu untuk menentukan beban maksimum dan beban dominan untuk desain tiang pancang. Download Cara Mengolah Data Output SAP 2000

Posted by: Sinaga | 23 May, 2008

Standart Design Criteria for Port and Harbour

Dalam mendesain pelabuhan, buku buku referensi yang tersedia di indonesia memang sangat terbatas dan sangat sulit mencarinya. disini anda dapat men-downloadnya standart design criteria

Posted by: Sinaga | 23 May, 2008

Desain Turap Baja (Steel Sheet Pile)

Pekerjaan Pelabuhan terkadang tidak terlepas dari proses pembuatan Coverdam. Umumnya Coverdam ini dibuat dari Sheet Pile, sheet pile yang digunakan bisa dari material concrete maupun steel sheet pile. umumnya cara analisisnya sama hanya saja dalam desainnya berbeda berdasarkan jenis material yang digunakan. Tulisan ini saya ambil dari materi kuliah yang saya terima dari kampus saya di Jogjakarta. mungkin bagi anda yang ingin tau sedikit tentang urutan dan cara mendesign sebuah turap baja, maka tulisan ini mungkin bisa membantu Download Analisis desain turap

Posted by: Sinaga | 22 May, 2008

Apa yang Harus Anda Kuasai dengan Microsoft Project

Selain dapat mengoperasikan microsoft projec, hal hal yang perlu ada kuasai:
1. Mengerti dan mengetahui cara menghitung kegiatan dan lintasan kritis.
2. Dapat mengetahui jenis-jenis hubungan ketergantungan.
3. Dapat menyusun kerangka bagian kegiatan dan menetapkan keterbatasannya.
4. Mengetahui dan menyusun jadwal sumberdaya dengan baik.
5. Dapat menyusun sumberdaya dan meratakannya.
6. Mengetahui jenis-jenis pembayaran dan pengeluaran proyek.
7. Dapat menghitung durasi, membuat ketergantungan dan menyusunnya menjadi jadwal, mulai dari jadwal kegiatan, jadwal sumberdaya, hingga jadwal pengeluaran biaya (Cash Flow).
8. Dapat membuat target waktu, sumberdaya dan biaya proyek.
9. Dapat meng-update jadwal sesuai kegiatan di lapangan.
10.Dapat menghitung estimasi waktu dan biaya akhir proyek.
11.Mengetahui trik-trik untuk mempercepat jadwal yang terlambat.
12.Dapat menghitung durasi, serta membuat ketergantungan dan biaya yang ditimbulkan.

Posted by: Sinaga | 22 May, 2008

Jenis Jenis Pelabuhan

Jenis jenis pelabuhan:
A. Ditinjau dari segi penyelenggaraannya ada 2 jenis:
    1. Pelabuhan Umum
    2.Pelabuhan khusus
B. Ditinjau dari segi fungsinya:
    1.Pelabuhan laut
    2.pelabuhan pantai
C.Ditinjau dari segi penggunaannya:
    1.Pelabuhan ikan
    2.Pelabuhan minyak
    3.pelabuhan penumpang
    4.pelabuhanbarang
    5.pelabuhan militer
    6.pelabuhan campuran
D.Ditinjau menurut letak geografisnya:
    1.Pelabuhan alam
    2.pelabuhanbuatan

Categories