Bagi anda yang ingin mengetahui bagaimana cara mendesain tiang pancang, disini saya berikan salah satu contoh yang dapat membantu anda dalam desain fondasi tiang pancang. semoga dapat bermanfaat.Download desain fondasi tiang pancang
Posted by: Lambutan Sinaga | 26 May, 2008
Desain Pondasi Tiang Pancang Concrete Spun Pile
Posted in Design, Uncategorized
pa saya mahasiswa teknik. salam kenal.
saya mau bertanya dengan bapa, tentang konsolidasi.
menurut bapa bagaimana konsolidasi pada satu area yang disekelilingnya terdapat mesin-mesin generator yang besar??? saya tidak punya referensinya…..
terimakasih sebelumnya.
By: anna on 11 December, 2009
at 1:19 pm
salam kenal..
saya punya permasalahan yg cukup rumit. saya sedang mengerjakan proyek bangunan dengan 1 lantai basement di pusat kota dengan tingkat pemukiman yg padat.
sebelum penggalian basement dilakukan pemancangan steel sheet pile sedalam 12 m dan dilanjutkan dengan penggalian sedalam 4,7 m.
setelah penggalian diketahui bahwa bagian atas sheet piles bergeser dari as-nya ke arah dalam galian sebesar 27 cm dalam 3 hari (sheet piles miring ke bagian dalam) dan terjadi cracking pada tanah di daerah sekeliling pemancangan (pemancangan dilakukan tanpa angkur).
apakah solusi yg bisa dilakukan untuk mengatasi masalah ini (agar sheet piles dapat kembali tegak pada as)?
saya khawatir pergeseran tanah akan terus bertambah dan bangunan2 di sekeliling proyek mengalami kegagalan struktur akibat pergeseran tanah tsb.
terima kasih sebelumnya atas perhatian dan tanggapannya..
sukses selalu
By: ramz on 22 October, 2009
at 12:37 am
Pak..bagaimana cara menganalisis concrete spun pile terhadap gaya angin dan gaya ombak??terima kasih
By: Tri on 14 October, 2009
at 9:53 am
perkenalkan saya Yahya seorang mahasiswa,
saya mau menanyakan kepada bapak mengenai NEGATIVE SKIN FRICTION, jujur saya masih bingung,
sebenarnya penyebab dari NEGATIVE SKIN FRICTION itu apa asaja pak, trus bagai mana mengatasinya pak?
terimakasih atas perhatiangnya, semoga tambah sukses dan tambah mantap pak
By: yahya on 7 October, 2009
at 8:18 pm
@bayu,..
1. Panjang tiang pancang Steel Pipe pile ukuran standar fabrik = 12 m, tetapi bisa lebih tergantung pesanan.
2. Sola harga lebih baik anda dapat bertanya langsung ke produsen baja Pipa baja tersebut,.. seperti Krakatau steel, atau ke PT. Swarna baja
3. Untuk masalah biaya tidak bisa ditentukan, bergantung pada beberapa faktor berikut:
- Diameter tiang yg akan di pancang;
- Dimana Lokasi pekerjaan, (Di darat atau di Laut)
- Keadaan Lokasi Proyek untuk mobilisasi alat;
- Jenis alat yg mau di gunakan, Impact Hammer atau vibro,..
- Kondisi tanah (keras, sedang, lunak), sesuai dgn hasil pemeriksaan tanah dari data (sondir atau SPT);
- Kedalaman yg mau di pancang,
- Jumlah Quantity Tiang yg mau dipancang, sebagai contoh, Biaya mobilisasi alat untuk memancang 1 tiang sama dengan untuk memancang 1000 tiang atau lebih,..
- dll,.. tergantung situasi dan kondisi proyek,..!!
By: Lambutan Sinaga on 5 October, 2009
at 1:27 pm
Pak sinaga, mau nanya nih……
1. Satu ruas tiang pancang mempunyai panjang berapa, apakah cuma 6 meter saja?
2. Harga untuk satu ruas tiang pancang steel berapa?
3. Biaya untuk pemancangan satu tiang pancang tegak berapa trs kalo yang miring brp?
Makasih banyak pak…..
By: petruk on 3 October, 2009
at 5:22 pm
Desain tiang pancang,untuk perencanaan yang mempunyai data tanah yang sangat minim….., tingkat bencana ala g sangat besar…, tanah yg sangat labil….. kebijaka dalam desain gimana pak?
By: fahmi on 12 September, 2009
at 8:09 pm
horas bang,
bang aku ada punya tantangan baru,aku ditawarin utk memproduksi tiang pancang, khususnya spun pile,
tapi aku tidak punya pengalaman dan bahan dalam mendesign utk produksi tiang pancang.
aku minta abang untuk membantuku,krn aku sangat tertarik sekali dengan tawaran itu.
makasih y bg.
horas
By: mesra nst on 12 September, 2009
at 11:13 am
@HEFNI,….
Seharusnya jauh sebelum pemancangan dilakukan,..kita sudah harus bisa mengetahui bahwa pemancangan tersebut hanya mampu sampai kedalaman 6-5 m sebagaimana yg anda sebutkan. ini bisa kita ketahui berdasarkan analisis yang dilakukan berdasarkan data2 tanah yang tersedia,..material tiang pancang yang digunakan dan jenis alat pancang yang digunakan.
saya bisa memahami kenapa design tersebut misalnya harus 10 meter,..secara beban vertikal yang bekerja,..mungkin tiangpancang sampai kedalaman 6-5 meter telah mampu untuk mendukung beban yang bekerja, karna beban vertikal ini didukung oleh daya dukung ujung tiang dan gaya gesek tiang. tetapi sekalipun pada kedalaman 6-5 m telah mampu mendukung beban vertikal,..tidak serta merta kita bisa langsung menghentikan pemancangan. kita harus meninjau kemampuan daya dukung tiang tersebut dari segi pulling atau gaya cabut tiang,..yang mungkin gaya cabut ini disebabkan oleh gaya gempa,..gaya angin dsb. perlu kita ketahui adalah DAYA DUKUNG TIANG TERHADAP GAYA CABUT didukung hanya oleh,..GAYA GESEK TIANG (SKIN FRICTION) dan berat tiang itu sendiri,..(“bukan oleh ujung tiang”). Gaya dukung tiang terhadap cabut tersebut (Skin friction) adalah merupakan fungsi dari kedalam tiang yang masuk kedalam tanah (embeded length). mungkin dari design analisis beban cabut yang bekerja,..tiang tersebut harus dipancang sampai dedalaman 10 m untuk mendapatkan (embedeb length yg cukup).
nah,..persoalan yang anda hadapi sekarang adalah “bagaimana untuk mendapatkan daya dukung tiang tersebut yang harus dipancang 10 m,.. sementara saat pekerjaan pemancangan dilakukan, hanya sanggup dilakukan sampai kedalaman 6-5 meter,..?? mungkin kalau dipaksakan untuk terus dipaksa untuk dipancang,..bisa jadi tiang pancang tersebut rusak,..atau bahkan alat yang digunakan pun rusak.
Bagaimana solusi untuk mengatasi hal ini,..?? apakah kita harus memutuskan untuk menghentikan pemancangan pada kedalaman 6-5 meter,..?? kalau dihentikan bagaimana,..?? sementara daya dukung tiang tersebut,..blm memenuhi terhadap gaya cabut yang bekerja,..yg mungkin disebabkan oleh gaya gempa,..?? seorang desainer,..harus memikirkan bagaimana solusinya,…??
Solusi yang saya usulkan adalah,..:
kalau memang kemampuan untuk memancang pile tersebut hanya mampu sampai kedalaman 6-5 meter,..anda boleh menghentikannya pada kedalaman tersebut,..asal Daya dukung tiang tersebut telah mampu untuk mendukung beban yang bekerja. tentunya daya dukung tiang tersebut telah dibagi faktor SF (2.5-3) untuk beban normal dan SF (1.5-2) untuk beban sementara dan beban seismik (gempa),..
Sementara untuk memenuhi daya dukung tiang terhadap gaya cabut, dapat dilakukan dengan menggunakan angkur (ground anchore) yang dibor kedalam tanah. bisa searah dgn tiang tersebut,..atau berada ditengah diameter tiang tersebut (jika yang digunakan 1 anchore),.. atau menggunakan lebih dari satu anchore Biasanya 3 anchore (yg pemasangannya anchorenya tidak se AS dgn pile tersebut,..(opsi ini jarang digunakan).
Seberapa dalam anda harus memasang anchore tersebut dan berapa diameter baja yang digunakan,..tentunya harus di analisis kembali sesuai dgn data tanah yang ada dan jenis ancore yang anda gunakan..
SEMOGA PENJELASAN INI BISA MEMBANTU ANDA..
By: Lambutan Sinaga on 9 September, 2009
at 12:41 pm
salam kenal mas….!saya senang baca blog ini dan sesuai motto mas.
Saya mau nanya masalah pelaksanaan pemancangan spun pile jembatan yang tdk masuk sesuai rencana ( 10 meter ) hanya 6m dan 5m sebanyak 33 (dia 50) titik,apabila saya cut spun pile hanya 4-5 meter yg menahan beban abutmen dan rangka jembatan klas A-40 apakah masih aman
By: hefni on 8 September, 2009
at 10:08 pm
keren juga yah
By: priyo on 7 September, 2009
at 4:18 pm
salam kenal pak
By: herman.juntak on 3 September, 2009
at 10:34 pm
maaf sebelumnya, saya mau nanya g mana metode pelaksanaan (prosesnya) pelaksanaan pemancanagan baja pada proyek pelabuhan. mulai dari awal pekerjaan hingga kalendering.. terima kasih.
By: mu'min on 21 August, 2009
at 10:00 pm
met siang! pak mo ikutan nanya nich.., magaimana sebaiknya untuk mendesign pondasi bangunan bertingkat 2 lantai/lebih di daerah yg tanahnya labil/tanah ndut..! soalnya tanahnya gerak klo ada perubahan musim…! ? didaerah kalimantan bayk sekali kasus tanah labil, shg bangunany semi permanen..! thank…tlong dibals ke email aq …!
By: malik on 20 August, 2009
at 11:52 am
Salam Kenal Pak Lambutan Sinaga…dalam beberapa hari kedepan saya akan banyak bertanya dengan bapak..terima kasih.
By: Agusta Fitrianto on 19 August, 2009
at 7:30 pm
Selamat sore..
kami berencana membangun tiang dari galvanized pipe dengan ukuran tinggi 12meter, lebar 8inc dan tebal 6mm diatas karang di tepi pantai, pondasi seperti apakah yang cocok jika kami akan membuatnya berjajar dengan jarak antar tiang 7 meter? terimakasih
By: Chepi Suratman on 25 July, 2009
at 5:48 pm
pak, saya bisa minta file yang membahas tentang spun pile ga ya? saya butuh untuk pekerjaan saya, sedangkan saya belum mengetahui tentang spun pile itu sendiri. baik kelebihan dan kekurangannya dibandingkan pondasi lainnya. terima kasih pak. mohon bantuannya..
By: ati on 21 July, 2009
at 5:51 pm
maksud saya dasar laut elevasi minus 30 M, jd di sambung sampai dasar, baru di pancang sampai sesuai dgn kalendering 10/2.5cm?
By: firmansyah on 17 July, 2009
at 8:22 pm
salam kenal……
saya surveyor mauw tny, cara pemancangan di laut dengan kedalaman +- 30 m misalnya?
By: firmansyah on 17 July, 2009
at 7:58 pm
pak mau tanya kedalaman pancang ditanah keras berapa ya? saya lupa teorinya kayanya 25D ya klo gak salah? mohon infonya????
By: Hasan Hamid on 16 July, 2009
at 4:48 pm
terimakasih ilmunya ya pak
By: yahya on 10 July, 2009
at 10:13 pm
selamat sore pak,……
langsung saja saya mau menanyakan bagaimana prosedur pelaksanaan pemancangan di laut? dengan kondisi yg sangat berbeda dg di darat. dan cara meletakkan tiang pancang awal agar sesuai koordinat yg sudah di tentukan, thks.
By: agustian twedy k on 10 July, 2009
at 4:14 pm
kalo tanah kerasnya di kedalaman -60 meter, maka fondasi yang digunakan adalah pondasi tiang pancang. bisa dari tiang pancang concrete spun pile atau dari tiang pancang steel pipe pile. cara menyambung tiang pancang biasanya decgan cara di las. baik tiang pancang dari beton atau dari tiang pancang pipa baja. umum nya untuk tiang pancang beton, pada setiap kedua ujungnya, kecuali untuk ujung tip pile telah ada suatu pelat baja yang sudah terpasang untuk sambungan antar tiang pancang beton tersebut dengan cara di las.
By: Lambutan Sinaga on 9 July, 2009
at 11:01 am
salam kenal bang…
saya mahasiswa masih kuliah, masih bingung tentang tiang pancang.
mau tanya, klo misalnya tanah kerasnya ada di 60 meter.
itu pakai pondasi apa???
pondasi tiang pancang itu bisa disambung???
cara nyambungnya gimana yah ????
makasih banyak bang….. tambah sukses slalu
By: yahya on 7 July, 2009
at 11:36 pm
salam kenal P’ Elsinaga…
saya mau bertanya kalau perencanaan tiang pancang di tanah berpasir gimana Pak… apa saja data yang dibutuhkan dalam perencanaan…
terima kasih
By: darman amazihono on 1 July, 2009
at 2:09 pm
salam kenal P’ Elsinaga…
By: darman amazihono on 1 July, 2009
at 2:06 pm
@ika, dalam mendesain sebuah fondasi, semua logika perhitungan nya adalah sama, yaitu daya dukung fondasi harus mampu mendukung beban yang bekerja. Bagaimana menghitung daya dukung itu, tergantung dari jenis fondasinya. kalo jenis pondasinya tiang pancang, maka daya dukung nya ada pada ujung tiang dan gaya gesek pada tiang sepanjang ting yg tertanam kedalam tanah. seberapa besarnya daya dukung tiang tersebut, tergantung dari data-data tanah & dimensi tiang. untuk pondasi sumuran umumnya daya dukung tiang dihasilkan dari luas area pondasi sumuran yang direncanakan. ini hampir sama dengan perhitungan fondasi setempat. data data yang anda miliki, seperti sondir dan hand bore saya kira harus ada data lab, yg berhubungan dengan sudut geser tanah, cohesi, berat jenis, jenis tanah, dll. biasanya saat pemeriksaan tanah dgn hand booring, besamaan dengan SPT dimana dari data ini diperoleh nilai N-value. untuk data sondir yg anda miliki, ini hanya baik digunakan utuk fondasi tiang pancang. jadi saran saya, perhitungan pondasi sumuran yg anda maksud, dapat anda lakukan seperti perhitungan fondasi setempat.
By: Lambutan Sinaga on 25 June, 2009
at 12:45 pm
mas mw tanya nh
bisa ga kasih contoh perhitungan pondasi sumuran untuk tower
q ada tugas tapi bingung carax dimulai dari mana
padahal pekerjaannya ada sondir dan hand bore, rataa-rata contoh perhitungan yang q dapat pondasi tiang pancang, tolong ya di bantu secepatnya, makasih
By: ika apriyani on 17 June, 2009
at 1:25 pm
@randi, pengertian konsolidasi adalah proses berkurangnya volume atau berkurangnya rongga vori dari tanah jenuh yang memiliki permeabilitas rendah, akibat dari pembebanan. proses ini dipengaruhi oleh kecepatan terperasnya air pori keluar dari rongga tanah. jadi jawaban saya atas pertanyaan ini adalah tergantung dari kondisi tanahnya. jadi saya tidak bisa menentukan berapa lama waktunya tanpa mengetahui kondisi tanah dan data lab nya.
By: Lambutan Sinaga on 3 June, 2009
at 9:33 am
@priyo hadi wibowo, Metode pembuatan PC spun pile, lebih jelasnya anda boleh mencarinya langsung dari perusahaan pembuatan PC pile, seperti: WIKA, KOBE, Humex PC pile, dll.
By: Lambutan Sinaga on 3 June, 2009
at 9:14 am
ad file tentang pembuatan pc spun piles g maz???
aq lagi butuh data
bwt tugas kuliah…
mohon bantuannya
By: priyo hadi wibowo on 2 June, 2009
at 8:43 pm
mas kalo tanah campur batu konsolidasi berapa lama sih? tanpa pemadatan mekanis. masalahnya diatasnya saya rencanakan jalan rigid.Kondisi lapangannya pada turap sheet pile beton
By: randi on 13 May, 2009
at 7:22 am
saya ada tugas perencanaan pelabuhan…..tpi sy agak kesulitan dalam perencanaan tiang pancangnya…..Apakh dalam perencanaan tiang pancang, kita dapat mnentukan pembesiannya???ataukh sdh ada standar untuk pembesian tiang pancang??
By: agus on 4 May, 2009
at 2:25 pm
selamat siang pa…saya suka dengan isi-isi blog anda…kalo boleh bertanya secara rinci…bolehkah bapa juga memuat dasar teori tentang sheet pile concrete..??
soalnya saya lagi nyusun tugas akhir tentang corrugated concrete sheet pile (CCSP),yang dipakai sebagai konstruksi turap pada proyek flyover.trims
By: jonatan on 29 April, 2009
at 1:27 pm
Salam kenal pa Sinaga
Saya mau tanya mengenai koefesien spring untuk menghitung tiang pancang dengan menggunakan software SAP 2000. Apakah bisa tekanan disekeliling tiang diasumsikan sebagai koefesien spring dan bagaimana cara menghitung koefesein spring tersebut ? terima kasih sebelumnya
By: kuncoro on 24 April, 2009
at 3:33 pm
mau nanya lagi bang…
saya pengen tau Fondasi PC spun pile, apa sama aja dengan Fondasi tiang pancang umumnya..
lebih spesifik seperti apa bang?
literaturnya saya tidak tau bang…
thanks sebelumnya penjelasannya..
GBU.
By: chandra on 8 April, 2009
at 11:06 am
makasih byk buat ilmunya pak…
dermaga yg akan d bangun a/ dermaga umum…
saya menggunakan data pasut 1tahun untuk mendapatkan konstanta harmoniknya…. yang saya masih bingung adalah bagaimana mencari HWS dengan menggunakan konstanta tersebut??
apakah hanya cukup dengan melihat grafik pasut tertinggi??
terimakasih banyak pak..
By: ida ayu on 4 April, 2009
at 7:26 pm
tugasnya sudah kelar bang, terima kasih atas bantuannya.
gbu
By: Hendra Ginting on 4 April, 2009
at 1:30 am
Ida ayu, elevasi dermaga dan puncak bangunan pemecah gelombang ditentukan oleh elevasi muka air pasang, sementara kedalaman alur pelayaran ditentukan oleh muka air surut.
dalam hal ini, ukuran kapal sangat menentukan elevasi dermaga dan alur pelayaran. jika suatu dermaga didesain dengan berbagai jenis ukuran kapal, mulai dari kapal-kapal kecil, kapal sedang hingga kapal yang sangat besar, biasanya untuk desain struktur dan elevasi dermaga ditentukan berdasarkan terbesar, sedangkan untuk alur pelayaran tidak selamanya ditentukan oleh kapal terbesar, dengan ketentuan apabila kapal-terbesar tersebut hanya masuk pelabuhan misalnya 1 kali dalam seminggu, maka kapal tersebut hanya boleh masuk pada saat pasang saja. sehingga desain alur pelayaran dapat didesain saat pasang dan tidak perlu saat surut.
umum nya dalam desain elevasi pelabuhan cukup didasarkan pada HWS, karena jika didasarkan pada HHWS atau MHHWS ini akan sangat boros, karena hight highest water spring ini ini hanya terjadai pada periode tertentu, misalnya 50 tahunan atau 30 tahunan.
data HWS tersebut diperoleh dari data survey pasang surut air, bukan berdasarkan Rumus.
jadi dalam menentukan elevasi dermaga tersebut harus didasarkan pada data pasang surut, jenis dan ukuran kapal.
jika seperti yang saya sebutkan tadi, misalnya kapal didesain dari yang kecil hingga yang besar untuk bersandar pada dermaga yang sama, maka type fender yang digunakan harus dipilih tipe yang memanjang, agar kapal-kapal kecil saat surut juga bisa bersandar pada dermaga. dan jangan lupa, type fender tersebut juga harus mampu menyerap energi tumbukan kapal terbesar. jadi semua faktor harus benar-benar diperhatikan.
By: Lambutan Sinaga on 3 April, 2009
at 1:49 pm
pak, saya mahasiswa yg lagi bingung skripsi…
mau tanya ttg bagaimana cara penentuan elevasi dermaga??
apakah cukup dgn HWS ato perlu MHHWS??
kalo bisa, tlg jelaskan rumus HWS….
trimakasih byk sebelumnya…
mohon bantuannya…
By: ida ayu on 3 April, 2009
at 12:02 pm
mas Bebot, dalam mendesain sebuah pondasi tiang pancang, perlu anda ketahui bahwa Pondasi tiang pancang yang disesain tersebut tidak hanya didesain berdasarkan beban yang bekerja secara VERTIKAL saja akibat berat sendiri dan beban hidup lainnya yang bekerja secara gravitasi, tetapi pondasi tiang pancang juga harus mampu mendukung beban tarik (beban cabut) kalo dalam desain pelabuhan, beban tarik ini terjadi akibat beban angin dan beban tarik pada mooring dolphin atau bollard pada dermaga. selain itu juga dapat disebabkan oleh beban gempa.
jadi perlu anda ketahui bahwa, sekalipun dasar laut tersebut berupa batu karang, belum tentu desain tiang pancang tersebut dapat dihentikan pada kedalaman tersebut.
ditinjau dari beban vertikal yang bekerja pada tiang pancang tersebut mungkin sudah bisa dihentikan. tetapi apakah jika ditinjau dari gaya cabut yang bekerja apakah tiang pancang tersebut sudah mampu untuk mendukung nya??..
perlu anda ketahui bahwa daya dukung tiang pancang terhadap gaya cabut adalah skin friction nya atau gaya gesek pada tiang. daya dukung tiang pancang terhadap skin friction selain dari data tanahnya adalah merupakan fungsi dari luasan area skin friction dari tiang pancang tersebut. area dari skin friction tersebut merupakan fungsi dari (f) = diameter tiang dan kedalaman tiang yang masuk kedalam tanah,
jadi dapat disimpulkan bahwa, sekalipun dasar dari tanah tersebut merupakan batu karang, belum tentu pemancangan tiang dapat dihentikan.
ada banyak faktor yang harus dipertimbangkan. mungkin saja, karna dasar tanahnya adalah batu karang yang mungkin sangat sulit untuk dipancang, maka dicari alternatif desain lain, misalnya jumlah tiang di perbanyak sehingga dapat mendistribusikan gaya cabut sehingga nilainya bisa menjadi lebih kecil yg pekerja pada msing-masing tiang.
Semoga penjelasan saya ini bisa memberikan pemahaman untuk anda.
By: Lambutan Sinaga on 3 April, 2009
at 10:20 am
thank’s naga, gimana ya kalo tiang pancangnya lebih panjang yang melayang dibanding yang terbenam ketanah? misalnya lautnya dalam trus dasarnya bebatuan. B-)
By: bebot on 2 April, 2009
at 7:38 pm
Mas candra, Fondasi PC spun pile sering disebut dengan Fondasi tiang pancang. tidak ada hubungan antara wilayah gempa terhadap PC spun pile ini dan juga tidak ada hubungan antara jenis tanah terhadap PC spun pile.
yang perlu anda ketahui adalah: dalam mendesain tiang pancang PC spun pile adalah:
1. gaya yang bekerja terhadap PC spun pile mampu didukung oleh pile tersebut dalam hal Momen (momen ultimate & momen crack), Compression strength dan Tension strength.
2. daya dukung tanah mampu untuk mendukung beban-beban yg berkerja. dimensi tiang baik berupa diameter dan panjang tiang, berhubungan dengan daya dukung tanah dengan. karena daya dukung tiang merupakan fungsi dari daya dukung ujung tiang (diameter tiang) dan skin friction tiang (hubungan antara panjang tiang yang masuk kedalam tanah dengan diameter tiang).
By: Lambutan Sinaga on 2 April, 2009
at 4:00 pm
salam kenal bang..
saya lgi bikin TA analisa perancangan pondasi PC spun pile…
prinsip pondasi PC spun pile seperti apa ya bang?
bagus untuk wilayah gempa berapa?
cocok untuk kondisi tanah apa?
thanks sebelumnya..
GBU
By: chandra on 2 April, 2009
at 3:48 pm
salam kenal…
By: http://syaifulsipil96.blogspot.com/ on 25 March, 2009
at 2:08 pm
salam kenal
By: http://syaifulsipil96.blogspot.com/ on 24 March, 2009
at 10:51 pm
web nya sangat bagus dapat membantu mahasiswa/wi dalam menambah ilmu sipil,
utk perhitungan pondasi footplat tolong di post kan,
trims
By: rohmat on 23 March, 2009
at 1:18 pm
pak akhira,..tolong bahasanya diperbaiki dulu,..sehingga maknanya bisa saya terima. tetapi sesungguhnya pembangunan dermaga itu tidak harus memiliki topografi berkarang 7 meter..karna ada banyak faktor yang sangat menentukan dalam,..mendirikan sebuah dermaga.
By: Lambutan Sinaga on 13 March, 2009
at 10:09 am
sebelumnya saya memperkenalkan diri nama saya Akhirta bestopiron,ST
saya menanyaka beberapa point pada bapak sehubungan dengan pelaksanaa pekerjaan dermaga
1.pada daerah yang akan dilakukan pelaksanaan pekerjaan dermaga secara garis besar bisa saya ceritakan bahwa daerah tersebut topografi launta berkarang sekitar lebih kurang 7 meter dari tepi pantai berkarang dan apabila air laut surut maka ponton pembawa pancang ke titik pemancangan akan kandas.apakah bisa disiasati dengan penggunaan tower Crane dimana letak penumpukan Pancang jauh dari daerah yang akan dipancang.
2.dalam pelaksanaan pemancangan untuk menentukan titik koordinatnya apakah bisa kita lakukan hanya dengan menggunakan 1 theodolit saja dan kalau tidak saya minta saran alat apa saja yang dibutuhkan untuk ketepatan titik koordinat pemasangan tiang pancang.
By: akhirta bestopiron, ST on 12 March, 2009
at 6:47 pm
Jika kita ingin membangun suatu pelabuhan, pada kondisi pantai yang dangkal, ada beberapa alternatif yang perlu kita lakukan. dua diantaranya adalah: 1. untuk alur pelayaran menuju pelabuhan, dilakukan pengerukan atau dredging. 2. Pelabuhan direncanakan dengan sistim Jetty yang menjorok ke laut, hingga ditemukan kedalaman dasar laut yang cukup sesuai dengan ukuran kapal yang akan berlabuh. sistim seperti ini sangat banyak di indonesia seperti yang ada di Asahan SUMUT, pelabuhan INALUM, Pelabuhan CPO Multi mas, dan Pelabuhan Dairi Prima Mineral yang saat ini sedang kami kerjakan. ketiga pelabuhan tersebut memiliki pantai yang landai. sehingga ketiga pelabuhan tersebut menjorok ke laut hingga 2 km.
Dalam mendirikan sebuah pelabuhan, tidak selalu harus memiliki gugus karang. Dengan jenis tanah Clay yang memiliki kohesi tanah yang baik juga bisa didirikan pelabuhan yang baik.
kondisi ombak yang besar tidak menjadi halangan untuk membangun suatu pelabuhan. yang perlu diperhatikan adalah seberapa penting pelabuhan tersebut dan seberapa besar hasil yang diperoleh setiap tahunnya dalam masa umur desain. sehingga kita bisa menghitung apakah sebanding antara biaya yang kita keluarkan untuk membangun suatu pelabuhan tersebut dengan hasil yang akan diperoleh.
Nothing imppossible with civil engineering..
perinsip ini perlu anda pegang sebagai calon-calon engineering. dan jangan pernah menganggap sesuatu itu sulit.. semua mungkin untuk dilakukan, kecuali ada satu yaitu manusia tidak bisa membuat nafas kehidupan…
By: elsinaga on 22 January, 2009
at 1:31 pm
pak, kalau misalnya laut yang seperti/ semacam pantai selatan apabila dibuat /dibangun pelabuhan, bagaimana sistemnya yang bagus. Memakai jenis pelabuhan yang seperti apa??
Karena setelah dilihat lagi, disana pantainya dangkal, tidak memiliki gugus karang, tapi ombaknya besar.
tolong dibantu, dijawab di email saya ya pak.
Saya sekarang masih kuliah di ITS semester 5.
Tolong dibagi ilmunya.
terima kasih
By: alan on 17 January, 2009
at 7:56 pm
pak budi, kalaupun bentuknya bundar, itu sama saja, yang penting anda pahami adalah letak titik sentris dari capping tersebut untuk diteruskan ke tiang pancangnya.
By: elsinaga on 23 December, 2008
at 9:36 am
contoh design yang bagus,.. tetapi sy punya pertanyaan.. kalo pile capnya tidak kotak atau bundar gimana ? apa perhitungannya sama ya, bang?
mohon d jawab ya bang..
By: budi satrio on 22 December, 2008
at 4:12 pm
saat ini belum ada. karna semua waktunya masih tersita pada pekerjaan. mudah-mudahan dihari-hari mendatang menulis buku itu bisa tercapai. karna memang itu juga merupakan keinginan saya.
By: elsinaga on 22 October, 2008
at 3:42 pm
maaf pak, kalo beleh tau bapak ada menulis buku tentang desain baja lengkap dengan aplikasi dilapangan,
By: aramn on 22 October, 2008
at 3:29 pm
Saya tidak memaklumi anda karna anda masih kuliah, tapi saya bisa memaklumi anda karna anda mungkin belum mengerti. yang perlu anda ketahui adalah Bahwa SNI sangat banyak sekali, dan kita akan menggunakannya sesuai dengan yang kita butuhkan. dalam satu kasus design, misalnya Perencanaan Pangkal Jembatan dengan fondasi Tiang, ada beberapa SNI yang dipakai, misalnya: SNI 03-2451-1991, tentang Spesifikasi pilar dan kepala jembatan beton
sederhana bentang 5 m sampai dengan 25 m dengan fondasi tiang pancang, SNI 03-2532-1991, SNI 03-2546-1991, SNI 03-1725-1989, Tata cara perencanaan pembebanan jembatan jalan raya, SNI 03-2833-1992, Tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk jembatan jalan raya, SNI 07-2052-2002, Baja tulangan dll. Belum lagi Beberapa SNI yang mengatur tentang Spesifikasi Tanah. jadi anda harus menggunakannya sesuai dengan peruntukannya.
By: elsinaga on 22 September, 2008
at 1:25 pm
mas..
disain ini ada sni nya ga ya?
maaf.
maklum saya masi kuliah..
By: andre on 13 September, 2008
at 10:47 pm
bagus
By: jumali on 16 June, 2008
at 7:37 pm